Home » Technology » Wow! Setelah Mobil Listrik Tesla Canggih, Kini Elon Musk kembangkan Supercharging-nya

Technology

Wow! Setelah Mobil Listrik Tesla Canggih, Kini Elon Musk kembangkan Supercharging-nya

Membahas mobil listrik, pasti sudah tidak asing di telinga kalian mendengar merek Tesla. Yaps, Tesla merupakan perusahaan yang bergerak di bidang otomotif dengan produksi mobil listriknya yang terkenal canggih. Tesla ingin memberikan kepuasan kepada konsumennya dengan fitur Supercharging-nya. Awalnya supercharger ini diperkenalkan pada September 2012 bersamaan dengan Model Sedan S mobil listrik pertama di Tesla. Supercharger adalah stasiun pengisian kendaraan mobil listrik Tesla untuk mengisi daya baterai yang sangat cepat.

TESLA ARTIKEL
Stasiun pengisian daya tesla di Shanghai, China (sumber: Getty Images)

CEO Tesla Elon Musk terus mengembangkan supercharging-nya di seluruh dunia.  Saat ini, Tesla memiliki lebih dari 25.000 lokasi supercharging, sehingga menjadi pengisian daya terbesar di dunia. Hal ini mencakup benua Amerika Utara, Eropa, Asia hingga ke lingkaran arktik. Bahkan  pada akhir kuartil ketiga 2021, Tesla memiliki stasiun supercharging lebih dari 3.254 di seluruh dunia. 

Sebelumnya, mobil listrik Tesla ini mempunyai 3 metode untuk pengisian baterai. Di antaranya, level 1 AC menggunakan 120V yang membutuhkan waktu 20-40 jam. Level 2 AC menggunakan 240V dalam waktu 8-12 jam. Terakhir supercharging dengan level 3 DCFC menggunakan 480V yang hanya memerlukan waktu 15-25 menit.  

Mulai dari mobil listrik pertama Tesla yaitu Model S, tertanam baterai lithium-ion 100 kWh dengan pengisian daya baterai yang penuh bisa menempuh jarak 600 km. Jika kita hubungkan ke charger 240V, setidaknya dibutuhkan waktu 12 jam pengisian baterai. Kedua Tesla Model X menggunakan baterai lithium-ion 100 kWh, pengisian 0 sampai 100 bisa memerlukan waktu 10 jam bisa menempuh jarak sampai 572,86 km. Bandingkan dengan Tesla Model 3, tertanam baterai lithium-ion 75 kWh, jangkauannya bisa mencapai 531,08 km. Jika kita hubungkan ke charger 240V membutuhkan 10 jam. Apabila kita mengisi menggunakan level 3 DCFC 480V, setidaknya hanya memerlukan waktu  25 menit saja, terlihat supercharging bukan?.

meteran listrik
 Bentuk meteran listrik di Indonesia (sumber: Beritabeta.com)

Sayangnya, pengisian daya baterai menggunakan level 3, dirasa kurang efisien. Pertama, jam pengisian baterai hanya bisa dilakukan di rumah saja. Kedua, pengisian baterai mobil Tesla akan menambah biaya listrik di rumah. Terakhir, membutuhkan konektor tambahan untuk pengisian daya baterai dirumah. Apalagi rata-rata rumah di Indonesia menggunakan listrik 1300V, bila dilihat dari penyesuaian tarif tenaga listrik per Juli-September 2021 di golongan rumah tangga daya 1300V dikenakan 1,444,70/kWh.

Mobil Listrik Tesla Kini Kembangkan Supercharging

Stasiun pengisian baterai Tesla lah menjadi solusi untuk supercharger ini. Tesla menawarkan model per menit atau lebih dikenal dengan Time Of Use (TOU). Pemilik  Tesla akan dikenakan biaya sesuai kWh yang digunakan, harga ini sudah termasuk pajak. Tapi perlu diingat penetapan harga spesifik sesuai lokasi supercharger nya. Hal ini bisa dilihat di layar navigasi mobil listrik Tesla. Untuk di Indonesia sendiri, pengisian daya baterai Tesla belum ada. Eitss tenang, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) milik Pertamina sudah ada di Jakarta, Surabaya dan Bandara Soekarno-Hatta.

PLN Charging
SPKLU di kantor PLN Pusat (sumber:Liputan6.com)

Selain fitur Supercharging-nya yang tidak perlu diragukan lagi, tahun ini Tesla  bisa disebut sebagai mobil tercanggih dari Electric Vehicle (Ev) karena menggunakan teknologi yang termutakhir, seperti Fitur Autopilot, Sensor Ultrasonic, penghangat baterai (Baterai On-Route) dan penggerak All Wheel Drive (4WD). Kalau kalian tertarik nggak nih untuk mencoba mobil Tesla?

 

Share:
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a comment