Home » Technology » Penyaluran internet yang lebih baik: kabel bawah laut atau satelit?

Technology

Penyaluran internet yang lebih baik: kabel bawah laut atau satelit?

Pemakaian internet saat ini sudah menjadi prioritas setiap masyarakat yang sudah bercampur dengan teknologi. Dalam penerapannya, internet telah menjadi kunci penting dalam menjalankan setiap aktivitas yang mengedepankan percepatan, penyambungan, dan pembutuhan untuk aplikasi yang dijalankan. Penyambungan dan cara kerja internet telah menunjukkan kemajuan yang ada dalam uji konektivitas dan kecepatan yang mempengaruhinya. Sebagai sebuah teknologi yang sudah dirancang, internet membutuhkan sebuah alat padat untuk bisa mentransfer jaringan konektivitas di seluruh dunia. Alat padat ini dapat berupa kabel bawah laut dan satelit. Dua alat ini adalah salah dua pilar penting demi menjalankan aktivitas berjaringan. Perancangan dan pembuatan alat-alat ini telah bertransformasi hingga saat ini mempunyai teknologi yang lebih canggih lagi di dalamnya. Teknologi canggih inilah yang senantiasa akan mengatur dan menjaga alur kerja dari internet tersebut. Dari sana, benda padat terancang tersebut sudah pasti tidak luput dari permasalahan, terlebih alat-alat ini bukanlah sesuatu yang dijaga secara 24 jam nonstop. 

Permasalahan pada dua alat tersebut dibuktikan dengan suatu hal yang berkaitan dengan lambatnya konektivitas yang ditransfer. Salah satu permasalahan yang baru-baru ini terjadi adalah pada perusahaan indihome yang dinaungi oleh Telkom. Jaringan internet indihome mendapat permasalahan di bawah laut yang bahwasannya kabel internet di dalam bawah laut mengalami gangguan pada sistem komunikasi kabel laut wilayah Jawa, Sumatra, dan Kalimantan (Jasuka). Permasalahan tersebut mengartikulasikan bahwa kedua alat sebagai penyambung internet tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Map Artikel
Sumber: CNN Indonesia: Peta Kabel Bawah Laut

Permasalahan seperti pada indihome tersebut menandakan kabel bawah laut yang adalah jalan tol dalam mentransfer data melalui internet merupakan suatu hal yang berada dalam kekurangan dari kabel tersebut. Kabel sebagai benda padat, bahkan secanggih apapun, akan ada saatnya mengalami gangguan. Indihome sebagai internet provider dengan pengguna terbesar di Indonesia telah menanggapi masalah tersebut dengan penyelesaian yang diselesaikan kurang dari satu bulan. Untuk melihat lebih lanjut, pembanding yang layak untuk kabel bawah laut seperti yang disebutkan di atas adalah satelit. Satelit yang berada di luar angkasa adalah alat yang sebenarnya juga menjadi andalan dalam konektivitas internet secara  maksimal. Namun, mengapa kabel bawah laut masih digunakan dan tetap menjadi alat yang diandalkan? Hal ini terjadi karena kabel yang juga disebut kabel fiber optik memiliki benefit yang lebih cepat dan murah. Kecepatan ini dibuktikan dengan kecepatan transmisi yang lebih cepat dibanding dengan satelit. Kecepatan transmisi ini mempengaruhi latensi yang menentukan seberapa lama pengguna dapat mendapatkan informasi satu sama lain.  

Laut Artikel Internet
Sumber: Timesindonesia.co.id: Kabel Fiber Optik 

Selain itu, dukungan network bandwidth dengan ukuran terabyte menjadi pilihan yang bisa mengalahkan satelit dengan kecepatan 1.000 megabit per detik. Murahnya kabel fiber optik juga berkorelasi dengan lebih minimnya biaya pengelolaan dan perbaikan dibanding satelit yang berada di luar angkasa. Kelebihan tersebut membuat kabel bawah laut menjadi alat penyambung mayoritas internet di dunia. Di sisi lain, satelit adalah sebuah alat yang menjanjikan karena salah satu kelebihan yang mereka punya, tetapi sangat berarti bagi pengguna internet. Hal tersebut adalah jangkauan atau coverage. Jangkauan internet yang luas membuat mengapa satelit masih terus digunakan hingga saat ini, sekaligus sebagai bisnis. Jangkauan satelit ini membuat benefit besar bagi perusahaan yang ingin menjangkau daerah-daerah, seperti pedalaman, kutub, ataupun antartika. Meskipun bandwith yang masih kalah dengan kabel fiber optik sehingga membuat latensi lebih lambat, satelit tetap digunakan hingga saat ini, terlebih inovasi transmisi internet yang akan terus dikembangkan oleh ilmuwan. Seperti pada halnya di Indonesia sebagai negara kepulauan, jangkauan internet di luasnya Indonesia ini sangat dibutuhkan dengan tuntutan percepatan kepada masyarakat yang juga semakin tinggi. Inilah yang tidak dipunya oleh kabel fiber optik atau kabel bawah laut. Negara-negara dengan kepulauan atau jangkauan luas memang harus melakukan kombinasi antara kabel bawah laut dan satelit, terlebih ini menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk mencari profit dengan penggunaan satelit yang luas

Internet Artikel Satelit
Sumber: Kompas.com: Satelit

Perbandingan yang dilakukan untuk melihat kelebihan dan kekurangan pada kedua alat tersebut memang menjadi sesuatu yang penting untuk kelancaran masyarakat dalam berinteraksi menggunakan internet. Kabel bawah laut dan satelit menjadi kebutuhan penting yang seharusnya dapat dikolaborasikan sehingga jangkauan dan kecepatan internet menjadi kesatuan yang membawa keuntungan bagi negara dan perusahaan yang berbisnis di belakangnya. Kolaborasi itu akan menjadi lebih baik lagi apabila terdapat inovasi baru pada kedua alat tersebut sehingga dalam penerapannya, konektivitas akan berjalan secara lancar tanpa gangguan yang tidak terlalu berarti. Inovasi tersebut sudah pasti akan didorong dengan kebutuhan internet masyarakat yang semakin meningkat dan membutuhkan internet dalam aktivitasnya. Oleh karena itu, baik atau efektif tidaknya penggunaan kedua alat tersebut akan sangat ditentukan bagaimana inovasi dan elaborasi yang dilakukan, serta minimnya permasalahan yang terjadi pada konektivitas tersebut.

Share:
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a comment